Langsung ke konten utama

Bank Jatim Dorong Penguatan Peran BPD melalui Bedah Buku “Bank Pembangunan Daerah Resilient, Competitive and Contributive”

SURABAYA|Onlinebidik.Com - Bank Pembangunan Daerah (BPD) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan hal tersebut, Bank Jatim turut mendorong penguatan perspektif dan pemikiran mengenai masa depan BPD melalui kegiatan bedah buku karya Prof Muhammad Mas’ud Said MM PhD yang berjudul Bank Pembangunan Daerah Resilient, Competitive and Contributive yang telah dilaksanakan pada Rabu (12/08/206) di Aseec Tower Universitas Airlangga Surabaya. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk membahas tantangan, peluang, serta strategi penguatan BPD agar semakin resilien, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan daerah.  Adapun diskusi tersebut dimoderatori oleh Dahlan Iskan dan menghadirkan sejumlah panelis, di antaranya Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana Unair Surabaya Prof Dr Suparto Wijoyo serta Direktur Teknologi Informasi, Digital, dan Operasi Bank Jatim Dodit W Probojakti. Sebagai penulis buku, Prof Ma...

Tutup Tahun 2025 Kinerja Bank Jatim Solid dan Laba Meningkat


JAKARTA|Onlinebidik.Com - Di tengah persaingan perbankan yang semakin ketat, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) berhasil melewati tahun 2025 dengan kinerja yang solid. Hal tersebut dapat dilihat dari Pemaparan Publik Kinerja Keuangan Bank Jatim Tahun 2025 yang telah dilaksanakan di Hotel Discovery SCBD Jakarta, pada Senin (30/3/2026). 

Dalam analyst meeting tersebut, dihadiri langsung oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo bersama dengan Wakil Direktur Utama Bank Jatim R Arief Wicaksono, Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim RM Wahyukusumo Wisnubroto, serta Direktur Bisnis, Mikro Retail & Usaha Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo.

Winardi menjelaskan, menutup tahun 2025 di tengah dinamisnya kondisi ekonomi di berbagai level, manajemen telah mengimplementasikan beberapa strategi untuk menjaga performa bisnis dan keuangan Bank Jatim. Antara lain keseimbangan dalam pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan memperbesar rasio dana murah dan juga penerbitan obligasi untuk mendukung portofolio stable fund Bank. Selain itu, Bank Jatim juga melakukan penyaluran pinjaman yang lebih selektif pada sektor prospektif dengan paralel memperdalam penetrasi bisnis kredit konsumer, disiplin dalam pengaturan untuk pos pendapatan dan beban melalui efisiensi dan peningkatan transaksi digital untuk meningkatkan pendapatan non bunga, serta agresif mengendalikan kualitas aset agar sesuai dengan risk appetite.

”Nah, untuk mendukung visi menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) nomor satu di Indonesia, kami kembali melanjutkan journey transformasi melalui 5 pilar utama. Yaitu aspek tata kelola dan manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, peningkatan kompetensi manpower sebagai asset utama, penguatan teknologi informasi dan digitalisasi proses bisnis, serta optimalisasi sinergi bisnis untuk Kelompok Usaha Bank,” papar Winardi.

Atas beberapa hal yang telah manajemen terapkan dengan didukung oleh produktifitas team yang solid, lanjut Winardi, nilai asset Bank Jatim per 2025 sukses berada di angka Rp 105,8 triliun atau tumbuh 3,70% (YoY). Adapun komposisi asset berasal dari kontribusi asset produktif, antara lain peningkatan penyaluran kredit sebesar Rp 67,2 triliun atau meningkat sebesar 4,98% (YoY), pengelolaan bisnis treasury, hingga dana pihak ketiga yang tumbuh sebesar 1,43% (YoY). ”Bank Jatim juga sukses membukukan laba bersih sebesar Rp 1,54 triliun atau naik 20,65% dari tahun sebelumnya,” paparnya.

Dari angka penyaluran kredit Bank Jatim (Bank Only) yang berhasil tumbuh konservatif sebesar 4,98% (YoY) atau Rp 67,24 triliun tersebut, komposisinya terdiri dari kredit konsumer Rp 36,54 triliun atau meningkat 6,20% (YoY) dan kredit produktif sebesar Rp 30,7 triliun atau meningkat 3,55% (YoY). 

Winardi menambahkan, di tahun 2025, fokus manajemen menitikberatkan pada penetrasi dana murah dengan menggunakan pola pendekatan transaction banking dan juga berbasis pada bisnis ekosistem untuk meningkatkan jumlah dana dan juga jumlah nasabah. Hal ini terefleksikan pada kinerja dana pihak ketiga seperti giro sebesar Rp 21,4 triliun atau meningkat 12,5% (YoY). Kemudian dari sisi NoA, peningkatan jumlah nasabah sebesar 5,64% YoY atau total nasabah Dana Pihak Ketiga Bank Jatim sejumlah 10,915,749.

Kinerja yang baik tersebut turut mendukung pencapaian kinerja konsolidasi Bank Jatim sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan pertumbuhan signifikan di berbagai indikator utama. Adapun pencapaian Bank Jatim secara konsolidasi tahun 2025, yaitu total aset meningkat sebesar 42,93 persen (YoY), dari Rp 118,142 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp168,855 triliun pada tahun 2025. Penyaluran pinjaman juga mengalami pertumbuhan yang kuat, naik 46,65 persen dari Rp 75,35 triliun menjadi Rp 110,503 triliun. Sejalan dengan itu, laba bersih Bank Jatim secara konsolidasi juga turut mencatatkan kenaikan sebesar 24,80 persen (YoY), dari Rp 1,296 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp 1,617 triliun pada tahun 2025. Capaian ini mencerminkan fundamental bisnis yang solid serta efektivitas strategi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Winardi juga menegaskan, manajemen terus berupaya untuk melakukan perbaikan kualitas asset melalui beberapa langkah. Yaitu melakukan mekanisme hapus buku sebesar Rp 1,03 triliun dengan prosentase recovery rate sebesar 18,6% atau equivalen Rp 192 miliar dan restrukturisasi sebagai langkah penyelamatan debitur yang mengalami pemburukan kolektibilitas. Adapun total kredit yang telah direstrukturisasi oleh Bank Jatim sebesar Rp 4,17 triliun. 

Tak hanya itu saja, perseroan juga agresif melakukan incentive penagihan extracomtable untuk menstimulus peningkatan penerimaan dari kredit hapus buku, memberikan keringanan bunga dan denda untuk mendorong debitur melakukan pelunasan, hingga pelunasan sebagian agunan dan fleksibilitas dalam penyelesaian penebusan agunan untuk akselerasi penyelesaian kredit. ”Dan tentu saja kami rutin monitoring & controlling secara berkala (mingguan, 2 mingguan, dan bulanan) kinerja penanganan kredit bermasalah yang dipimpin oleh Direksi,” terang Winardi.

Selanjutnya terkait rencana Kelompok Usaha Bank dengan beberapa Bank Pembangunan Daerah, di tahun 2025 Bank Jatim telah memfinalisasi seluruh tahapan dan secara resmi Bank Jatim telah menjadi induk atas 5 Bank Pembangunan Daerah (BPD). Yaitu Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT. Dengan demikian, sinergi untuk aspek permodalan telah terimplementasi secara tuntas. ”Untuk di tahun 2026 ini, kami akan memaksimalkan sinergi di bidang bisnis dan keuangan serta aspek support lainnya sebagai enabler,” tutur Winardi.

Guna menopang kinerja bisnis dan meningkatkan market share, Bank Jatim didukung oleh jaringan fisik kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur dan layanan transaksi via digital yang memungkinkan nasabah dan bertransaksi di mana saja tanpa batasan. Sedangkan untuk JConnect sendiri, sepanjang tahun 2025 berhasil mencetak angka yang positif. Pengguna JConnect Mobile sukses mencapai 993.972 user atau tumbuh 22,40% (YoY). Sementara untuk total transaksinya berada di angka Rp 65,77 triliun, naik 29,55% (YoY). 

Selanjutnya, user JConnect IB Corporate berada di angka 11.199 atau naik 14,79% (YoY) dengan jumlah transaksi sebesar Rp 23,36 triliun. Kemudian, QRIS Bank Jatim sendiri sudah mencapai 203.725 user dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,94 triliun atau tumbuh 47,25% (YoY). Selain itu, untuk memaksimalkan layanan perbankan untuk daerah yang memiliki potensi bisnis besar, Bank Jatim juga memaksimalkan layanan melalui AGEN JATIM. Selain utilitas transaksi perbankan, AGEN JATIM juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan penyaluran kredit, utamanya melalui metode referral dengan total agen sebanyak 14,842 agen. (rinto)


Caption: Pemaparan Publik Kinerja Keuangan Bank Jatim Tahun 2025 dilaksanakan di Hotel Discovery SCBD Jakarta. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jatimers Run To Care Dorong Partisipasi Masyarakat untuk Pelestarian Lingkungan

BANYUWANGI|Onlinebidik.Com - Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) melalui komunitas Bank Jatim Runner kembali menyelenggarakan kegiatan Jatimers Run To Care.  Kali ini, Jatimers Run To Care sambil berkegiatan sosial dilaksanakan di Banyuwangi, pada Minggu (14/12/2025), dan dihadiri langsung oleh Wakil Direktur Utama Bank Jatim R Arief Wicaksono.  Arief menjelaskan, kegiatan Jatimers Run to Care merupakan agenda rutin tahunan yang telah dilaksanakan secara konsisten oleh komunitas Bank Jatim Runner. Tahun 2025 menjadi tahun pelaksanaan yang ketiga. Pada pelaksanaan tahun ini, hasil penggalangan donasi difokuskan untuk mendukung kegiatan pelestarian lingkungan serta bantuan kemanusiaan bagi korban erupsi Gunung Semeru. ”Dana yang dihasilkan dari donasi ini, kami gunakan untuk berbagai macam kegiatan sosial. Mulai dari penanaman bibit mangrove, penanaman bibit pohon cemara, kegiatan pelepasan tukik, pen...

Bank Jatim Raih Penghargaan Detik.com Kategori Peningkatan Pembiayaan Usaha Berkelanjutan

MALANG|Onlinebidik.Com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus mencetak prestasi gemilang. Yang terbaru, Bank Jatim secara resmi telah menerima Anugerah Program Bisnis Terpuji kategori Peningkatan Pembiayaan Usaha Berkelanjutan dalam ajang detikJatim Awards 2025.  Penghargaan ini diberikan atas kinerja positif Bank Jatim dalam mendorong pembiayaan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).  Penghargaan yang diraih Bank Jatim ini, diterima oleh Direktur Bisnis Menengah, Korporasi & Jaringan Bank Jatim Arif Suhirman, di Grand Mercure Malang, pada Rabu malam (5/11/2025). Arif mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Detik.com atas penghargaan yang telah diberikan untuk Bank Jatim. “Ini semua berkat kerja keras dari seluruh Jatimers. Dengan penghargaan yang telah diberikan ini akan semakin memacu semangat kami untuk terus berkomitmen mendorong perekonomian Jawa Timur yang merupakan gerbang bar...

Tingkatkan Layanan Pengelolaan Keuangan Haji, Bank Jatim Teken MoU dengan Kemen Haji dan Umrah RI

JAKARTA|Onlinebidik.Com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan optimal kepada calon jemaah haji.  Komitmen tersebut seiring dengan telah dilakukannya penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemen Haji dan Umrah RI) dengan Bank Jatim Unit Usaha Syariah (UUS) tentang penyediaan dan pemanfaatan produk dan layanan jasa perbankan syariah dalam penyelenggaraan ibadah haji.  Dalam penandatanganan tersebut, dihadiri oleh Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Irfan Yusuf, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Jaenal Effendi, Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo, dan pejabat eksekutif lainnya, di Ruang Rapat Kementerian Haji dan Umrah RI, Jakarta, pada Kamis (20/11/2025). Tonny menjelaskan, ruang lingkup dari MoU yang ditandatangani itu mencakup beberapa hal. Yaitu pembukaan rekening untuk...